Weather (state,county)

Materi Terbaru

Rabu, 18 November 2020

LANDASAN, TEORI DAN DESKRIPSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

 



a. Pengertian Pendidikan

Sebelum lebih jauh membahasa pendidikan dan pelatihan, kita mesti memahami perbedaan definis pendidikan dan pelatihan, maka pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian, (wikipedia). Berdasarkan kamus kbbi, pendidikan diartikan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Pelaku prosesnya disebut pendidik, sementara objek didiknya familiar disebut peserta didik.

Nadler (Sugiyono, 2002:1) mendefinisikan education is those human resource development activities which are designed to improve the overall competence of the employee in a specified direction and beyond the job new held. Artinya pendidikan adalah suatu aktivitas pengembangan sumber daya manusia yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi secara keseluruhan dari pegawai melalui petunjuk yang spesifik diluar pekerjaan yang sedang dihadapi, Suherman (2005).

Jika ditinjau dalam dalam Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dijekaslkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya  untuk  memiliki  kekuatan  spiritual  keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dari definis tersebut bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar yang terencana untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangakan keterampilan, kepribadian, kecerdasan akhlak mulai melaui jenis pendidikan formal, non formal dan in formal.

b. Pengertian Pelatihan

Pelatihan atau yang biasa dikenal dengan trainin yang fokus pelaksanakan pada bidang pelajaran dan praktek (give teaching and practice). Sikula dalam Sumantri (2000:2) mengartikan pelatihan sebagai: “proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir. Para peserta pelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya praktis untuk tujuan tertentu”.

Menurut Yusuf (2015:69). Pelatihan merupakan bagian dari pendidikan. Pelatihan bersifat spesifik, praktis dan segera. Spesifik berarti pelatihan berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilakukan. Praktis dan segera berarti yang sudah dilatihkan dapat dipraktikkan. Umumnya pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan kerja dalam waktu relative singkat (www.repository.uma.ac.id)

Osborne (dalam Prabandari, 2016) mengartikan pelatihan sebagai suatu proses yang terencana untuk memodifikasi sikap, pengetahuan atau keterampilan melalui pengalaman belajar guna mencapai kinerja yang efektif pada satu atau sejumlah aktivitas. Sedangkan Oemar Hamalik (dalam Prabandari, 2016) menjelaskan bahwa pelatihan (training) adalah proses menggu-nakan berbagai teknik untuk mengubah sikap, pengetahuan dan keterampilan guna mencapai perilaku yang efektif dalam melaksanakan tugas.

Dari beberapa pengertian di atas bahwa pelatihan merupakan suatu proses yang lebih spesifik dari pendidikan yaitu lebih pada penguatan skill atau keterampilan, karena dalam pelaksanaan pelatihan hanya membutuhkan waktu yang singkat tidak sama dengan pendidikan yang memiliki jenjang dan waktu yang cukup lama.

Tabel. 1.1  Perbedaan Pendidikan dan Pelatihan

NO

ASPEK

PENDIDIKAN

PELATIHAN

1

Pengembangan kemampuan

Meyerluruh

Khusus

2

Area kemampuan

Kognitif, afektif, psikomotorik

Psikomotorik

3

Jangka waktu pelakaksanaan

Jangka Panjang

Jangka pendek

4

Materi

Lebih umum

Lebih khusus

5

Metode pelaksanaan

Konvensional

Inkonvensional

6

Penghargaan akhir

Gelar

Sertifikat

Dari paparan di atas jelas terlihat bahwa pebedaan pendidikan dan pelatihan terlatak pada proses dan output yang dihasilkan misalnya pendidikan membutuhkan waktu yang lama, sedangkan pelatihan waktu yang singkat begitu juga pada ouput pendidikan lebih umum dan pelatihan lebih spesifik. Sedangkan Pendidikan Pelatihan (Diklat) merupakan suatu program yang diharapkan dapat memberikan rangsangan/stimulus kepada seseorang untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam pekerjaan tertentu memperoleh pengetahuan umum dan pemahaman terhadap keseluruhan lingkungan kerja organisasi sehingga pegawai dapat berkompetensi dalam melakukan pekerjaan. Suharman (2005).

c. Prinsip-Prinsip Pendidan dan Pelatihan (Diklat)

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tidak terlepas juga dari proses pendidikan dan pembelajaran. Sehingga penting untuk memahami prinsip dan kaidah dalam pelaksanaan diklat, hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas diklat itu sendiri, diantara prinsip itu antara lain:

a.    Prinsip perbedaan individu

Perbedaan-perbedaan individu dalam latar belakang sosial, pendidikan, pengalaman, minat, bakat, dan kepribadian harus diperlihatkan dalam menyelenggarakan pelatihan.

b.    Prinsip Motivasi

Agar peserta pelatihan belajar dengan giat perlu ada motivasi. Motivasi dapat berupa pekerjaan atau kesempatan kerja atau usaha, penghasilan, kenaikan pangkat atau jabatan, dan peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup. Dengan begitu, pelatihan dirasakan bermakna oleh peserta pelatihan.

c.    Prinsip pemilihan dan pelatihan para pelatih

Efektivitas program pelatihan antara lain bergantung pada para pelatih yang mempunyai minat dan kemampuan melatih, anggapan bahwa seseorang yang dapat mengerjakan sesuatu dengan baik akan dapat melatihnya dengan baik pula tidak sepenuhnya benar, karena itu perlu ada pelatihan bagi para pelatih. Selain itu pemilihan dan pelatihan para pelatih dapat menjadi motivasi tambahan bagi peserta pelatihan.

d.    Prinsip Belajar

Belajar harus dimulai yang mudah menuju yang sulit, atau yang sudah diketahui kepada yang belum diketahui.

e.    Prinsip Partisifasi Aktif

Partisifasi aktif dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta pelatihan

f.     Prinsip Fokus Pada Batasan Materi

Pelatihan dilakukan hanya untuk mengusai materi tertentu, yaitu melatih keterampilan dan tidak dilakukan terhadap pengertian, pemahaman, sikap dan penghargaan

g.    Prinsip Diagnosis Dan Koreksi

Pelatihan berfungsi sebagai diognosis melalui usaha yang berulang-ulang mengadakan koreksi atas kesalahan-kesalahan yang timbul.

h.    Prinsif Pembagian Waktu

Pelatihan dibagi menjadi kurun waktu yang singkat.

i.      Prinsip Keseriusan

Pelatihan jangan dianggap sebagai usaha sambilan yang bisa dilakukan seenaknya.

j.      Prinsip Kerjasama

Pelatihan dapat berhasil dengan baik melalui kerja sama yang apik antar semua komponen yang terlibat dalam pelatihan.

k.    Prinsip Metode Pelatihan

Terdapat berbagai metode pelatihan, dan tidak ada satu pun metode pelatihan yang dapat digunakan untuk semua jenis pelatihan. Untuk itu perlu dicarikan metode pelatihan yang cocok untuk suatu pelatihan.

l.      Prinsip hubungan pelatihan dengan pekerjaan dan kehidupan nyata

Pekerjaan, jabatan, atau kehidupan nyata dalam organisasi atau dalam masyarakat dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan, keterampilan, dan sikap apa yang dibutuhkan, sehingga perlu diselenggarakan pelatihan.

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa pelatihan pada dasarnya memiliki duabelas prinsip yang saling berkaitan dan berpengaruh terhadap Pelatihan itu sendiri, baik itu dari segi input,proses, output maupun outcome. (Pradikto, 2016)

D. Landasan-Landasan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

Pendidikan dan pelatihan terdapat landasan, ini akan menjadi rujukan dasar dalam penetapan pelakasanaan diklat, diantaranya sebagai berikut:

a.    Landasan  FilosofisPelatihan merupakanwahana formal yang berperan sebagai instrument yang menunjang pembangunan dalam mencapai masyarakat yang maju, tangguh, mandiri, dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.

b.    Landasan  Humanistik

    Pelatihan ini didasarkan pada pandangan yang menitik beratkan pada kebebasan, nilai-nilai, kebaikan, harga diri, dan kepribadian yang utuh.

c.    Landasan  Psikologis

      Psikologis pelatihan  menitikberatkan pada analisis tugas dan rancangan penelitian yang mencakup berbagai komponen yang kompleks.

d.    Landasan Sosio-Demografis

    Permasalahan peningkatan kesejateraan ekonomi dan sosialterkait dengan upaya penyediaan dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Pelatihan yang terintegrasi diperlukan guna mempersiapkan tenaga-tenaga yang handal yang relevan dengan tuntutan lapangan kerja dan pembangunan.

e.    Landasan  Kultural

    Pelatihan yang terintegrasi yang berfungsi mengembangkan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari upaya membudayakan manusia. (Pradikto, 2016).

 E. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)   

Secara umum tujuan pendidikan dan pelatihan yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan skill bagi seseorang, sehingga bagi perusahaan misalnya meningkatan kinerja dan produktivitas kerja bagi para karyawan. Jika ditinjau dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok Kepegawaian, pada pasal 31 mengatur tentang Pendidikan/Pelatihan (Diklat) pegawai yaitu untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya, diadakan pengaturan dan penyelenggaraan Pendidikan/Pelatihan (Diklat) jabatan Pegawai. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan/Pelatihan (Diklat) Jabatan Pegawai pasal 2 dan 3, bahwa Diklat (Pendidikan/Pelatihan (Diklat)) bertujuan agar:

a.    Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk dapatmelaksanakan tugas jabatan secara operasional dengan didasi kepribadian etika pegawai negeri sipil sesuai dengan kebutuhan instansi,

b.    Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa,

c.    Memantapkan sikap dan semangat kepribadian yang berorientas pada pelayanan, pengayoman, pemberdayaan masyarakat,

d.    Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola berpikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik. (Suherman, 2005).

 Silahkan Download Materinya di link https://bit.ly/LandasanTeoriDiklat2020

DAFTAR PUSTAKA

Surahman, Ence. KONSEP DASAR DIKLAT. Universitas Negeri Malang Faculty Member.https://www.academia.edu/21873744/Konsep_Dasar_Pendidikan_dan_Latihan

Sumantri, S. 2000. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung, Fakultas Psikologi Unpad.

Suherman (2005). Pengaruh Program Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kemampuan Administrasi PNS (Studi Pada Pelaksanaan DIKLATPIM III Bagi Pejabat Eselon III di Lingkungan Pemerintah Sumatra Utara)

           http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/931/5/128320303_file5.pdf

Prabandari, Endang. 2016. Model Desain Kurikulum Pendidikan Dan Pelatihan Berbasis Masalah Bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (Studi Terhadap Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Bidang Agroindustri di PPPPTK Pertanian Cianjur). Manajerial, Vol. 15 No.1 Juni 2016, Hal - 31 http://ejournal.upi.edu/index.php/manajerial/

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pradikto, Bayu. 2016. Konsep Dasar Pelatihan.

      http://www.pradikto.com/2016/11/konsep-dasar-pelatihan.html

 

2 komentar: