a. Pengertian Pendidikan
Sebelum lebih jauh membahasa pendidikan dan pelatihan,
kita mesti memahami perbedaan definis pendidikan dan pelatihan, maka pendidikan
adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang
yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran,
pelatihan, atau penelitian, (wikipedia). Berdasarkan kamus kbbi, pendidikan
diartikan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses,
cara, perbuatan mendidik. Pelaku prosesnya disebut pendidik, sementara objek
didiknya familiar disebut peserta didik.
Nadler (Sugiyono, 2002:1) mendefinisikan education is those human resource development activities which are designed to improve
the overall competence of the employee in a specified direction and beyond the
job new held. Artinya pendidikan adalah suatu aktivitas pengembangan sumber
daya manusia yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi secara keseluruhan
dari pegawai melalui petunjuk yang spesifik diluar pekerjaan yang sedang
dihadapi, Suherman (2005).
Jika ditinjau dalam dalam Undang-undang no 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional dijekaslkan bahwa pendidikan merupakan usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari definis tersebut bahwa pendidikan dapat diartikan
sebagai usaha sadar yang terencana untuk meningkatkan pengetahuan dan
mengembangakan keterampilan, kepribadian, kecerdasan akhlak mulai melaui jenis
pendidikan formal, non formal dan in formal.
b.
Pengertian Pelatihan
Pelatihan atau yang
biasa dikenal dengan trainin yang fokus pelaksanakan pada bidang
pelajaran dan praktek (give teaching and practice). Sikula dalam Sumantri
(2000:2) mengartikan pelatihan sebagai: “proses pendidikan jangka pendek yang
menggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir. Para peserta
pelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya praktis
untuk tujuan tertentu”.
Menurut Yusuf (2015:69). Pelatihan merupakan bagian dari
pendidikan. Pelatihan bersifat spesifik, praktis dan segera. Spesifik berarti
pelatihan berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilakukan. Praktis dan
segera berarti yang sudah dilatihkan dapat dipraktikkan. Umumnya pelatihan
dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan kerja dalam
waktu relative singkat (www.repository.uma.ac.id)
Osborne (dalam Prabandari, 2016) mengartikan pelatihan
sebagai suatu proses yang terencana untuk memodifikasi sikap, pengetahuan atau
keterampilan melalui pengalaman belajar guna mencapai kinerja yang efektif pada
satu atau sejumlah aktivitas. Sedangkan Oemar Hamalik (dalam Prabandari, 2016) menjelaskan
bahwa pelatihan (training) adalah proses menggu-nakan berbagai teknik untuk mengubah
sikap, pengetahuan dan keterampilan guna mencapai perilaku yang efektif dalam
melaksanakan tugas.
Dari beberapa pengertian di atas bahwa pelatihan
merupakan suatu proses yang lebih spesifik dari pendidikan yaitu lebih pada
penguatan skill atau keterampilan, karena dalam pelaksanaan pelatihan hanya
membutuhkan waktu yang singkat tidak sama dengan pendidikan yang memiliki
jenjang dan waktu yang cukup lama.
Tabel.
1.1 Perbedaan Pendidikan dan Pelatihan
|
NO |
ASPEK |
PENDIDIKAN |
PELATIHAN |
|
1 |
Pengembangan
kemampuan |
Meyerluruh |
Khusus |
|
2 |
Area
kemampuan |
Kognitif, afektif, psikomotorik |
Psikomotorik |
|
3 |
Jangka waktu
pelakaksanaan |
Jangka Panjang |
Jangka pendek |
|
4 |
Materi |
Lebih umum |
Lebih khusus |
|
5 |
Metode
pelaksanaan |
Konvensional |
Inkonvensional |
|
6 |
Penghargaan
akhir |
Gelar |
Sertifikat |
Dari paparan di atas jelas terlihat bahwa pebedaan
pendidikan dan pelatihan terlatak pada proses dan output yang dihasilkan
misalnya pendidikan membutuhkan waktu yang lama, sedangkan pelatihan waktu yang
singkat begitu juga pada ouput pendidikan lebih umum dan pelatihan lebih
spesifik. Sedangkan Pendidikan Pelatihan (Diklat) merupakan suatu program yang
diharapkan dapat memberikan rangsangan/stimulus kepada seseorang untuk dapat meningkatkan
kemampuan dalam pekerjaan tertentu memperoleh pengetahuan umum dan pemahaman
terhadap keseluruhan lingkungan kerja organisasi sehingga pegawai dapat
berkompetensi dalam melakukan pekerjaan. Suharman (2005).
c. Prinsip-Prinsip Pendidan dan Pelatihan (Diklat)
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tidak terlepas juga
dari proses pendidikan dan pembelajaran. Sehingga penting untuk memahami
prinsip dan kaidah dalam pelaksanaan diklat, hal ini akan sangat berpengaruh
pada kualitas diklat itu sendiri, diantara prinsip itu antara lain:
a. Prinsip perbedaan individu
Perbedaan-perbedaan individu dalam latar belakang sosial,
pendidikan, pengalaman, minat, bakat, dan kepribadian harus diperlihatkan dalam
menyelenggarakan pelatihan.
b. Prinsip Motivasi
Agar peserta pelatihan belajar dengan giat perlu ada
motivasi. Motivasi dapat berupa pekerjaan atau kesempatan kerja atau usaha,
penghasilan, kenaikan pangkat atau jabatan, dan peningkatan kesejahteraan serta
kualitas hidup. Dengan begitu, pelatihan dirasakan bermakna oleh peserta
pelatihan.
c. Prinsip pemilihan dan pelatihan para pelatih
Efektivitas program pelatihan antara lain bergantung pada
para pelatih yang mempunyai minat dan kemampuan melatih, anggapan bahwa
seseorang yang dapat mengerjakan sesuatu dengan baik akan dapat melatihnya
dengan baik pula tidak sepenuhnya benar, karena itu perlu ada pelatihan bagi
para pelatih. Selain itu pemilihan dan pelatihan para pelatih dapat menjadi
motivasi tambahan bagi peserta pelatihan.
d. Prinsip Belajar
Belajar harus dimulai yang mudah menuju yang sulit, atau
yang sudah diketahui kepada yang belum diketahui.
e. Prinsip Partisifasi Aktif
Partisifasi aktif dalam proses pembelajaran dapat
meningkatkan minat dan motivasi peserta pelatihan
f. Prinsip Fokus Pada Batasan Materi
Pelatihan dilakukan hanya untuk mengusai materi tertentu,
yaitu melatih keterampilan dan tidak dilakukan terhadap pengertian, pemahaman,
sikap dan penghargaan
g. Prinsip Diagnosis Dan Koreksi
Pelatihan berfungsi sebagai diognosis melalui usaha yang
berulang-ulang mengadakan koreksi atas kesalahan-kesalahan yang timbul.
h. Prinsif Pembagian Waktu
Pelatihan dibagi menjadi kurun waktu yang singkat.
i. Prinsip Keseriusan
Pelatihan jangan dianggap sebagai usaha sambilan yang bisa dilakukan seenaknya.
j. Prinsip Kerjasama
Pelatihan dapat berhasil dengan baik melalui kerja sama yang apik antar semua komponen yang terlibat dalam pelatihan.
k. Prinsip Metode Pelatihan
Terdapat berbagai metode pelatihan, dan tidak ada satu
pun metode pelatihan yang dapat digunakan untuk semua jenis pelatihan. Untuk
itu perlu dicarikan metode pelatihan yang cocok untuk suatu pelatihan.
l. Prinsip hubungan pelatihan dengan pekerjaan dan kehidupan
nyata
Pekerjaan, jabatan, atau kehidupan nyata dalam organisasi
atau dalam masyarakat dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan,
keterampilan, dan sikap apa yang dibutuhkan, sehingga perlu diselenggarakan
pelatihan.
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa pelatihan
pada dasarnya memiliki duabelas prinsip yang saling berkaitan dan berpengaruh
terhadap Pelatihan itu sendiri, baik itu dari segi input,proses, output maupun
outcome. (Pradikto, 2016)
D. Landasan-Landasan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Pendidikan dan pelatihan terdapat landasan,
ini akan menjadi rujukan dasar dalam penetapan pelakasanaan diklat, diantaranya
sebagai berikut:
a. Landasan FilosofisPelatihan merupakanwahana formal yang berperan sebagai instrument yang menunjang pembangunan dalam mencapai masyarakat yang maju, tangguh, mandiri, dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.
b. Landasan Humanistik
Pelatihan ini didasarkan pada pandangan yang menitik beratkan pada kebebasan, nilai-nilai, kebaikan, harga diri, dan kepribadian yang utuh.
c. Landasan Psikologis
Psikologis pelatihan menitikberatkan pada analisis tugas dan rancangan penelitian yang mencakup berbagai komponen yang kompleks.
d. Landasan Sosio-Demografis
Permasalahan peningkatan kesejateraan ekonomi dan sosialterkait dengan upaya penyediaan dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Pelatihan yang terintegrasi diperlukan guna mempersiapkan tenaga-tenaga yang handal yang relevan dengan tuntutan lapangan kerja dan pembangunan.
e. Landasan Kultural
Pelatihan yang terintegrasi yang berfungsi mengembangkan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari upaya membudayakan manusia. (Pradikto, 2016).
E. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Secara umum tujuan pendidikan
dan pelatihan yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan skill bagi seseorang,
sehingga bagi perusahaan misalnya meningkatan kinerja dan produktivitas kerja
bagi para karyawan. Jika ditinjau dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999
tentang Pokok Kepegawaian, pada pasal 31 mengatur tentang Pendidikan/Pelatihan
(Diklat) pegawai yaitu untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya,
diadakan pengaturan dan penyelenggaraan Pendidikan/Pelatihan (Diklat) jabatan
Pegawai. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan/Pelatihan (Diklat) Jabatan Pegawai pasal 2 dan 3, bahwa Diklat
(Pendidikan/Pelatihan (Diklat)) bertujuan agar:
a. Peningkatan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk dapatmelaksanakan tugas jabatan
secara operasional dengan didasi kepribadian etika pegawai negeri sipil sesuai
dengan kebutuhan instansi,
b. Menciptakan
aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan
kesatuan bangsa,
c. Memantapkan
sikap dan semangat kepribadian yang berorientas pada pelayanan, pengayoman,
pemberdayaan masyarakat,
d. Menciptakan
kesamaan visi dan dinamika pola berpikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan
dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik. (Suherman, 2005).
DAFTAR PUSTAKA
Surahman, Ence. KONSEP DASAR DIKLAT. Universitas Negeri
Malang Faculty Member.https://www.academia.edu/21873744/Konsep_Dasar_Pendidikan_dan_Latihan
Sumantri, S. 2000. Pelatihan dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia. Bandung, Fakultas Psikologi Unpad.
Suherman (2005). Pengaruh Program Pendidikan dan
Pelatihan Terhadap Kemampuan Administrasi PNS (Studi Pada Pelaksanaan DIKLATPIM
III Bagi Pejabat Eselon III di Lingkungan Pemerintah Sumatra Utara)
http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/931/5/128320303_file5.pdf
Prabandari, Endang. 2016. Model
Desain Kurikulum Pendidikan Dan Pelatihan Berbasis Masalah Bagi Guru Sekolah
Menengah Kejuruan (Studi Terhadap Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Bidang
Agroindustri di PPPPTK Pertanian Cianjur). Manajerial, Vol. 15 No.1 Juni 2016,
Hal - 31 http://ejournal.upi.edu/index.php/manajerial/
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Pradikto, Bayu. 2016.
Konsep Dasar Pelatihan.
http://www.pradikto.com/2016/11/konsep-dasar-pelatihan.html

Terimakasih ijin copas
BalasHapusSeberapa penting perangkat lunak dikomputer? Tolong jelaskan
BalasHapus