Weather (state,county)

Materi Terbaru

Kamis, 10 April 2025

Jenis-Jenis Kesalahan Penulisan Kata Baku Pada Desain

Kesalahan Penggunaan Kata Baku yang Sering Terjadi

Meski terlihat sepele, kesalahan dalam menulis kata baku masih sering terjadi. Kesalahan dalam penulisan baku memang sepele, tapi ketika hal tersebut terus menerus dilakukan bukan tidak mungkin reputasi tulisanmu dipertanyakan. 

Sebenarnya kesalahan penulisan kata baku dapat kita temui di tempat umum dan ada disekitar kita. Kesalahan penulisan kata baku biasanya disebabkan karena dua hal, kesalahan dalam penulisan kata atau kesalahan dalam tanda baca.

Supaya lebih jelas, berikut contoh kesalahan kata baku di tempat umum:

1. Kesalahan dalam Penulisan Kata 

a. Penulisan Pijet Urat 

kesalahan penulisan kata baku
Mungkin di sekitar rumahmu masih menemui tulisan seperti ini, ya? Dikutip dari jurnal Muji Endah Palupi, ia menjelaskan bahwa kesalahan dalam penulisan kata baku masih sangat sering ditemui pada media iklan seperti papan pijat seperti ini. 

Dalam iklan tersebut mestinya ditulis “Terima Pelayanan Pijat dan Praktik Pengobatan Alternatif”. Dengan perbaikan dan penambahan kata tersebut, pelanggan yang datang dapat lebih percaya dengan pelayanan yang diberikan.

Ketidakbakuan pada kata di atas menunjukkan bahwa pembuat iklan tersebut tidak paham betul dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Papan iklan ini banyak ditemukan di jalan umum, banyak orang yang tidak peduli akan hal ini, tetapi untuk pemerhati bahasa ini merupakan hal yang memprihatinkan. Semoga saja pembuat papan iklan tersebut segera membetulkannya. 

Kata Tidak BakuKata Baku
Pijet urat, pengobatan alternatifPijat


b. Penulisan Praktik Dokter

kesalahan penulisan kata baku

Kesalahan penulisan kata baku juga dapat kita temui pada media iklan praktek dokter. Pemakaian kata “praktek, Senen, dan Jum’at” merupakan kata tidak baku dari kata “praktik, Senin, dan Jumat”. Sebagaimana yang dimuat dalam buku PUEBI, bahwa kata-kata tersebut mesti ditulis baku. Sebab dengan penulisan kata-kata yang benar, niscaya pasien yang akan datang ke praktik dokter akan semakin percaya, bahwa dokter itu tidak hanya mahir dalam medis, tetapi juga mahir dalam berbahasa.

Hal itu merupakan kelebihan bagi dokter itu, karena seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa bahasa Indonesia sebenarnya mudah dipelajari, sebab ini adalah bahasa resmi bangsa Indonesia, tetapi semua itu berpulang kepada si empunya urusan yang mengiklankan jasanya untuk orang lain. Jasa yang ditawarkan semestinya sesuai yang tertulis di papan iklan, kepercayaan konsumen menjadi titik awal majunya suatu usaha yang dilakukan oleh pembuat iklan. 

Kata Tidak BakuKata Baku
PraktekPraktik
Senen dan Jum’atSenin dan Jumat

c. Penulisan Kata Reparasi dan Reparatur 

kesalahan penulisan kata baku

Dari gambar di atas kita dapat melihat ada kesalahan penulisan kata baku pada tulisan refarasi. Tampak kata “refarasi, dan felitur” merupakan kata tidak baku dari kata “reparasi, dan pelitur”. Dapat dipastikan pembuat iklan jasa tersebut berasal dari daerah Jawa Barat. Di mana, huruf “p” diucap “f” dan huruf “f” dibaca “p”.

Sudah mestinya papan iklan tersebut merujuk pemakaian kata yang baik dan benar, sebagaimana yang terdapat dalam KBBI edisi terbaru serta PUEBI sebagai pedoman berbahasa Indonesia.

Dalam kultur bahasa daerah, tepatnya dalam bahasa Sunda, huruf “p” dilafal “f” begitu sebaliknya huruf “f” dilafal “p”, contoh kata “fitnah” diucap “pitnah”, lalu kata “pendaftaran” diucap “fendaptaran”. Mungkin itu beberapa kata yang ditemukan dalam kultur bahasa Sunda. Tetapi selama pelafalan dan pengucapan tersebut mengandung makna jelas dalam bahasa Indonesia, sudah pasti kata tersebut diterima.

Kata Tidak BakuKata Baku
Menerima Refarasi anyam rotan dan feliturMenerima reparasai anyam rotan dan pelitur

2. Kesalahan Penulisan Penggabungan Kata 

Kesalahan ini biasanya terjadi karena kurang pahamnya masyarakat akan kata sambung. Mana kata sambung yang harusnya dipisah dan mana yang tidak. Berikut contoh-contoh yang biasa ditemui. 

a. Penulisan Kata Dikunci 

kesalahan penulisan kata baku

Pada konteks tabel di atas kata “kunci” merupakan verba atau kata kerja. Di mana preposisi atau kata depan harus digabung dengan verba sehingga menjadi bentuk kalimat pasif “dikunci”. Lalu, kata “luar” bukanlah nomina, tetapi merupakan keterangan tempat, jadi harus terpisah dari preposisi, dan tidak terlihat sebagai verba yang dipasifkan. Terkadang fungsi aktif dan pasif bisa saja tertukar dalam pemakaiannya. 

Dalam konteks kalimat aktif, subyek berperan aktif karena terdapat predikat, sedangkan dalam konteks kalimat pasif, subyek menjadi pelaku atas yang telah diperbuat. Perlu kecermatan dalam menempatkan fungsi kalimat tersebut. Serta, perlu diperhatikan pula di mana penggunaan kelas kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. 

Hal ini adalah kebalikan dari kasus sebelumnya, di mana kesalahan penempatan preposisi. Hal ini bisa berakibat fatal bagi orang yang membacanya. Orang tersebut dapat mengalami multitafsir, apakah itu termasuk nomina atau verba. Maka dari itu, pembuat iklan jasa harus betul-betul peka terhadap kelas kata yang digunakan agar orang bisa memahaminya dengan saksama. 
Salah Benar 
Helm Anda mohon di kunci, kehilangan diluar tanggung jawab kami Helm Anda mohon dikunci, kehilangan di luar tanggung jawab kami 

b. Penulisan Kata Dilarang

Tulisan larangan merokok biasanya ditemui pada area yang harus steril dari api, karena jika tidak bisa menyebabkan kebakaran. Sayangnya masih saja ada kesalahan dalam penulisan yang sebenarnya bertujuan sebagai imbauan ini. 

Kata “Di larang” atau dengan preposisi terpisah menjadi verba ini tidak sempurna, maka dari itu kata ini harus digabung antara preposisi dan verba agar menjadi pasif, sehingga orang tidak nampak taksa (ambigu) akan imbauan tersebut.

Dapat dilihat bahwa kata “larang” merupakan verba intransitif yang harus digabung dengan preposisi “di”, sehingga menjadi pasif. Kata tersebut jelas memberitahu kepada orang atas imbauan yang harus dipatuhi oleh semua orang. Hal ini  harus menjadi peringatan untuk pembuatnya agar lebih mengerti bahasa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Salah Benar 
DI LARANG MEROKOK
NO SMOKING
Dilarang Merokok
NO SMOKING

Sumber: https://penerbitdeepublish.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar