Weather (state,county)

Materi Terbaru

Jumat, 21 Februari 2025

Prinsip Desain Pesan

 

Gambar TekpenNesia

Sebagaimana kita ketahui bawa desain pesan (Message Design) secara umum merupakan kegiatan perencanaan atau rancangan merubah komunikasi bentuk fisik dari pesan, baik berbentuk visual, audio visual atau multimedia, dengan tujuan pesan yang disampaikan lebih efektif dan efisien sehingga mudah dipahami oleh penerima pesan.

 

Desain pesan dalam pembelajaran merupakan pembahasan utama dalam mata kuliah ini, karena tujuan mata kuliah ini bagaimana mahasiswa bisa merancang desain untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Menurut Asri budiningsih (2003:15) desain pesan pembelajaran adalah perencanaan untuk merekayaasa bentuk fisik dari pesan atau informasi pembelajaran, yang kajiannya mencakup prinsip-prinsip perhatian, persepsi, dan daya serap yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan atau informasi agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima, atau antara pendidik dan peserta didik[1]. Sedangkan menurut Muhammad Yusuf Iqbal (2016) desain pesan pembelajaran adalah langkah-langkah atau proses dalam merekayasa pesan atau informasi pembelajaran agar terjadi komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik sehingga tercipta kondisi belajar yang diinginkan.[2] Berdasarkan pendapat tersebut bahwa desain pesan dalam pembelajaran merupakan usaha untuk merekasa bentuk pesan yang ingin disampaikan agar tercipta suasana belajar lebih baik.

 

Namun yang perlu dipahami adalah, dalam perancangan desain pesan tidak terlepas dari prinsip untuk memahami ranah proses belajar dan pembelajaran, ranah yang dimaksud disini yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, ketiga ranah ini harus diperhatikan dalam proses pembelajaran terlebih dalam menyusun desain pesan, sehingga tujuan pencapaian dalam pembelajaran sesuai yang diharapkan. Ketiga ranah tersebut dalam pembelajaran saling berkaitan misalnnya salah satu contoh dalam Budi Pekerti siswa perlu ditunjang dengan sikap yang baik yaitu afektif untuk menunjangnya perlu ada pengetahuan yaitu ranah kognitifnya, sehingga dapat menghasilkan keterampilan (Psikomotorik) yang sesuai dengan standar diharapkan, tentu dalam semua ranah tersebut membutuhkan teori belajar sehingga dalam menentukan desian pembelajaran didukung oleh teori yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

Desain Pesan dalam pembelajaran tentu terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, ini berdasarkan teori belajar yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga bisa menjadi pedoman dalam penyusun desian pesan pembelajaran.  Di antara prinsip dalam desain pesan dalam pembelajaran, menurut Asri Budiningsih (2003:119) yaitu kesiapan dan motivasi, prinsip penggunaan alat pemusat perhatian, prinsip keaktifan siswa, prinsip umpan balik, dan prinsip perulangan, dan ini yang merupakan pendapat yang merupakan sebagian besar dipakai dalam penyusun desian pesan, diantara prinsip itu adalah sebagai berikut:

a)      Prinsip Kesiapan dan Motivasi

 

Menurut Asri Budiningsih (2003:119) mengatakan bahwa jika dalam kegiatan pembelajaran siswa memiliki kesiapan dan motivasi yang tinggi, maka hasil belajar akan lebih baik. Hasil belajar akan akan lebih optimal jika siswa memiliki kesiapan belajar. Kesiapan belajar tersebut meliputi kesiapan mental yang berupa prasyarat belajar, kesiapan fisik, dan motivasi belajar. Artinya bahwa jika peserta didik baik maka akan berpengaruh langsung pada semangat dan kemauan siswa dalam belajar, jika motivasi dan mentalnya bagus maka akan semakin tinggi keinginan untuk belajar.

 

Dalam hal ini menurut Fleming & Levie (1993) ada beberpa prinsip yang umum motivasi dalam pembelajaran yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut: 

 

1.    Menumbuhkan rasa ingin tahu peserta belajar

2.    Membuat pesan pembelajaran relevan dengan dunia peserta belajar.

3.    Mendesain pembelajaran dalam bentuk tantangan.

4.    Menjelaskan hasil positif atau keuntungan jika peserta belajar

5.    mengikuti proses belajar[3]

 

Berdasarkan paparang di atas bahwa prinsip motivasi dalam pembelajaran menjadi hal yang mendasar dalam menyusun konsep pembelajaran, karena motivasi sangat berpengaruh besar untuk menentukan semangat belajar siswa. Begitu dalam merancang desain pesan pembelajaran, perlu memperhatikan prinsip motivasi agar pesan yang disampaikan tersebut dapat menunjang motivasi belajar siswa.

b)     Prinsip Penggunaan Alat Pemusat Perhatian

 

Pada prinsip kedua ini berhubungan langsung dengan bentuk media atau alat yang digunakan dalam penyampaian pesan, apakah itu berupa audio, video, cetak, multimedia atau jenis media lainnya. Prinsip ini menjadi salah satu yang sangat penting dalam desian pesan pembelajaran karena ini menarik perhatian dan daya tarik pesan yang akan disampaikan. Namun yang pelu diperhatikan menurut Hamzah B Uno (2010) bahwa daya tarik pesan berkaitan dengan teknik penampilan dalam penyusunan suatu pesan, ide yang meliputi fear (threat) appeals, emotional appeals, rational appeals, dan humor appeals.[4] Artinya pesan yang disampikan harus menyusaikan dengan karakteristik media yang akan digunakan. Begitupula jika dalam menyusun desain pesan tentu harus memperhatikan jenis media yang digunakan dan kesesuaian dengan penerima pesan. Artinya pesan yang ingin disampaikan harus sesuai dengan bentuk media yang akan dipilih, karena ada banyak pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan media yang digunakan.

c)      Prinsip Partisipasi Aktif Siswa

 

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dalam proses belajar dan pembelajaran, prinsip partisipasi aktif siswa menjadi hal penting yang harus diupayakan oleh guru/dosen karena ini menyangkut kesiapan mental, emosional dan sikap siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga perlu upaya ekstra guru untuk mempersiapkan pembelajaran agar lebih baik. Menurut Asri Budiningsih (2003) ada beberapa langkah yang perlu diambil oleh guru atau siapapun yang hendak melaksanakan pembelajaran agar meningkatkan partisipasi peserta dalam pembelajaran, diantaranya sebagai berikut:

 

1.      Memberikan pertanyaan-pertanyaan ketika proses pembelajaran berlangsung.

2.      Mengerjakan latihan pada setiap akhir suatu pembahasan.

3.      Membuat percobaan dan memikirkan jawaban atas hipotesis yang diajukan.

4.      Membentuk kelompok belajar.

5.      Menerapkan pembelajaran konteksual, kooperatif, dan kolaboratif.

 

Berdasarkan uraian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa prinsip partisipasi aktif siswa sangat bergantung dari kesiapan guru dalam proses pembelajaran, termasuk dalam penyusunan desian pesan yang sesuai dengan kebutuhan, karena tidak dalam penyusunan desian pesan tanpa memperhatikan prinsip tersebut maka pembelajaran bisa jadi berjalan secara makasimal

d)     Prinsip Umpan Balik

 

Dalam proses pembelajaran prinsiap umpan balik (feedback) bertujuan untuk memancing repon siswa terhadap materi yang sudah disampaikan. Salah satu contoh misalnya ketika selesai penyampaian materi kemudian ditanya balik siswa bisa menjawab kemudian guru memberikan pujian, sehingga siswa lebih semangat dan termotivasi dalam belajar. Begitu pula sebaliknya ketika siswa mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan, kemudian guru memberikan penjelasan dan petunjuk agar siswa bisa menjawab dan memahami materi yang sampaikan. Sama halnya dalam merancang desain, prinsip ini perlu diperharhatikan, sehingga pesan yang disampaikan dapat memancing siswa untuk merespon materi yang disampaiakn.

e)      Prinsip Pengulangan

 

Keutaman dalam pemanfaatan media dalam pembelajaran bisa membantu siswa dalam belajar, karena materi yang sudah ada dalam media siswa bisa membuka kembali untuk mengingat materi yang sudah disampaikan, ini merupakan bagian dari penerapan prinsip pengulangan dalam pemanfaatan media pembelajaran. Karena tidak semua materi yang disampaikan bisa diserap secara langsung maka butuh media untuk memfasilitasi itu semua.  Menurut Asri budiningsih (2003:127) tanpa adanya perulangan , informasi akan sulit ditangkap dan mudah dilupakan.Dengan adanya pengulangan maka siswa akan mengerti informasi mana yang lebih penting dan harus mendapatkan perhatian yang lebih. Artinya prinsip merupakan keutaman pemanfaatan media dalam pembelajaran siswa bisa lebih sering membuka materi walaupun tidak saat belajar dalam ruangan. Untuk itu dalam merancangan media pembelajaran mestinya prinsip ini bisa perhatikan.

 

Merancangan desian pesan dalam pembelajaran, tentu sebagai program studi teknologi pendidikan harus memperhatikan prinsip kesiapan dan motivasi, prinsip penggunaan alat pemusat perhatian, prinsip keaktifan siswa, prinsip umpan balik, dan prinsip perulangan. Karena ini merupakan bagian dari implementasi sebagai pengembangan teknologi pendidikan yang memperhatikan teori dan landasan dalam merancangan proses pembelajaran.

 



[1] Asri Budiningsih. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

[2] Muhammad Yusuf Iqbal. 2016. Penerapan Prinsip Desain Pesan Pembelajaran Dalam Buku Sekolah Elektronik (Bse) Gemar Matematika 5 Kelas 5 SD Di SD Donotirto. Universitas Negeri Yogyakarta

[3] Fleming, Malcolm L. & Levie, W. Howard. (1993). Instructional Massage Design: Principles from the Behavioral and Cognitive Sciences. New Jersey: Educational Technology Publication.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar