| Sumber Gambar: aderoni.com |
Definisi Kurikulum
Sebelum lebih jauh membahas kurikulum pendidikan dan
pelatihan (Diklat) ada baiknya kita memahami definisi kurikulum secara umum karena memahami kurikulum merupakan salah satu
syarat untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan dan pelatihan,
seperti halnya dalam dunia pendidika formal, kurikulum sering
mengalami perubahan, karena berharap dari perubahan kurikulum, mutu pendidikan
akan lebih baik.
Secara umum kurikulum adalah kumpulan rencana, tujuan, materi
pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para
pengajar demi tercapainya tujuan akhir pembelajaran. Secara etimologis,
kurikulum berasal dari kata yang diambil dari Bahasa Yunani yaitu curir yang
berarti “pelari”, serta curere yang
artinya “tempat berpacu”. Istilah ini dahulunya digunakan dalam dunia olahraga,
(Putra, 2020)
Sehingga dapat diartikan bahwa kurikulum merupakan pedoman
yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Jika dikaitkan dengan
dengan dunia pendidikan
kurikulum merupakan pedoman utama yang dipakai oleh guru, dosen dan pengajar
untuk mencapai tujuan yang diharapkan, tujuan ini bisa saja prestasi peserta
didik, mutu pendidikan, keterampilan, sikap siswa yang sesuai dengan standar yang diharapkan.
Berdasarkan undang-undang 20 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa: ‘Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu’.
Juga menurut pandangan ahli seperti Nasution (2006) bahwa
kurikulum merupakan serangkaian rencana yang disusun demi melancarkan proses
belajar-mengajar. Selain itu Nana Sudjana (2002) bahwa kurikulum
merupakan kumpulan niat dan harapan yang tertuang dalam bentuk program
pendidikan yang mana dilaksanakan oleh guru di sekolah.
Dari pandangan tersebut, bahwa kurikulum merupakan
serangkaian rencana pembelajaran, mulai dari awal sampi akhir yang tertuang
dalam bentuk program pendidikan agar menjadi pedoman utama bagi pendidik,
sekolah dan pengemban pendidikan.
Begitu juga yang ada dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan
(diklat), merupakan pedoman utama pelaksanaan diklat, mulai dari awal hingga
akhir pelaksanaan diklat, baik di dalamnya berupa tujuan, isi, bahan ajar,
perangkat, metode diklat, pendekatan dan hal-hal menyangkut proses
pembelajaran.
Komponen Utama Kurikulum
Komponen kurikulum merupakan bagian terpenting dalam
mendukung penyempurnaan kurikulum, artinya komponen ini bagian terpenting jika
seseorang menyusun kurikulum baik itu kurikulum pendidikan formal, non formal
atau kurikulum pendidikan dan pelatihan (diklat), diantara komponen kurikulum
yang dimaksud sebagai berikut:
1.
Komponen Tujuan
Pada komponen tujuan
berhubungan dengan hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran. Misalnya;
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan.
2. Isi
atau Materi
Komponen isi dan
materi berhubungan dengan segala aspek, termasuk materi pelajaran atau kegiatan
peserta didik yang terarah sesuai dengan tujuan pendidikan
3. Strategi
Pelaksanaan
Komponen strategi berhubungan dengan metode, pendekatan, serta
peralatan yang digunakan dalam proses pelaksanaan kurikulum agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
4. Evaluasi
Komponen evaluasi berhubungan dengan proses penilaian terhadap
tingkat ketercapaian tujuan dan efektivitas suatu kurikulum dalam proses
pembelajaran. Dengan adanya evaluasi, maka dapat ditentukan apakah suatu
kurikulum dapat dipertahankan atau tidak, atau diperbaiki agar lebih baik lagi
(www.maxmanroe.com).
1. Konsep
Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan
Kurikulum pendidikan dan pelatihan (diklat) harus mengacu pada
standar kompetensi yang mencapainya, artinya kurikulum diklat tidak terlepas dari
tujuan dan capaian yang diharapkan, sama seperti kurikulum pendidikan umum
semua harus punya standar dan ketentuan yaitu kompetensi yang diharapkan.
Begitu juga dalam kurikulum diklat. Diantara hal penting yang perlu diperhatikan
dalam kurikulum diklat yaitu:
1) Kompetensi yang berkenaan dengan kemampuan peserta diklat dalam
meningkatkan pengetahuan, teknis/keterampilan, serta sikap dan perilaku
2) Kompetensi untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta diklat sesuai
dengan bidangnya masing-masing
3) Kompetensi yang mengambarkan hasil belajar (learning outcomes) yang
menjelaskan hal-hal yang dilakukan peserta didik setelah melalui proses
pembelajaran
4) Kompetensi kemampuan peserta pelatihan melakukan sesuatu oleh karena itu
harus didefinisikan secara jelas dan spesifik mengenai hal-hal yang hendak
dicapai oleh peserta pelatihan
Diantar hal penting yang perlu diperhatikan dalam
kurikulam diklat, bahkan ini akan tertuang dalam draf kurikulum diklat,
diantaranya sebagai berikut:
1. Tujuan pelatihan
Dalam merencanakan
pendidikan dan latihan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah penentuan
tujuan. Adanya tujuan Pendidikan dan latihan membuat kegiatannya dapat terarah,
apakah pendidikan dan latihan tersebut bertujuan peningkatan pengetahuan,
keterampilan atau ada tujuan lain.
2. Manfaat pelatihan
Setiap
pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat membawa manfaat, baik untuk individu
maupun untuk organisasi.
3. Materi pelatihan
Materi
yang diberikan kepada peserta pendidikan dan latihan harus disesuaikan dengan
tujuan. Apabila tujuannya adalah peningkatan keterampilan, mestinya materi yang
diberikan akan lebih banyak bersifat praktek.
4. Waktu dan tempat pelatihan dilaksanakan
Pelaksanaan
pendidikan dan latihan harus memperhitungkan waktu, karena adanya pengaturan
waktu yang tepat, maka tidak ada jam efektif yang terbuang. Hal ini dapat
dilakukan dengan menggunakan rotasi pendidikan dan latihan. Selain waktu,
tempat juga menentukan berhasil dan tidaknya pendidikan dan latihan. Tempat
yang tepat, sesuai dengan metode dan tujuan, akan mendukung bagi tercapainya
pelaksanaan pendidikan dan latihan yang tepat.
5. Pelatih dan karyawan yang akan dilatih
Pelatih
dan karyawan merupakan faktor utama terselenggaranya pendidikan dan latihan.
Meskipun sarana dan prasarana memadai, kalau tidak ada pelatih dan karyawan,
maka tidak akan terjadi pendidikan dan latihan. Pelatih adalah seseorang yang
menyampaikan materi pendidikan dan latihan sesuai tujuan, sedangakan karyawan
adalah orang yang menerima pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan.
6. Biaya yang dibutuhkan dalam pelatihan
Kegiatan
tanpa adanya biaya, maka tidak akan menghasilkan yang maksimal. Hal ini
disebabkan semua aktivitas selalu membutuhkan dana, betapa pun kecil.
7. Metode pelatihan yang dipakai
Pelaksanaan
pendidikan dan latihan harus menggunakan metode yang tepat, hal ini disebabkan
ketepatan metode akan sangat berpengaruh terhadap hasil pendidikan dan latihan
yang dijalankan. Situasi dan kondisi pendidikan dan latihan harus
diperhitungkan, sehingga penerapan metode dapat disesuaikan.
8. Fasilitas yang diperlukan dalam pelatihan
Fasilitas
yang dimaksudkan di sini adalah fasilitas yang mendukung kegiatan, misalnya
fasilitas penginapan, makan dan sebagainya.
Dari gambaran tersebut setidaknya dalam konsep kurikulum
diklat tidak jauh dari kurikulum pendidikan umum, karena di dalamnya memuat tujuan, rencana pembelajaran, metode,
pendekatan, model diklat, alat dan bahan yang digunakan, termasuk peserta dan
waktu pelaksanaan. Artinya bahwa dalam kurikulum diklat harus memuat secara
detail mulai dari perencaan awal sampai tahap akhir hingga teknik evaluasi
diklat.
Daftar Referensi
_______________2014. Konsep Pendidikan Dan
Pelatihan. http://izzaucon.blogspot.com
Nasution. 2006. Kurikulum dan
Penganjaran. PT. Bumi Aksara, Jakarta
Nana Sudjana. 2002. Pembinaan dan
Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Sinar Baru Al-gesindo. Bandung
Neni Rohaeni. Yoyoh Jubaedah. Model
desain kurikulum pelatihan profesi guru vokasional berbasis technological
curriculum. Dosen jurusan PKK FPTK UPI. http://jurnal.upi.edu
_______________Pengertian Kurikulum:
Fungsi, Manfaat, dan Komponen Kurikulum. https://www.maxmanroe.com
Purta. 2020. Pengertian
Kurikulum: Fungsi, Tujuan, Sejarah Contoh & Komponen Kurikulum. https://salamadian.com/pengertian-kurikulum
______________Undang-Undang 20 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Assalamualaikum wr wb
BalasHapusIzin bertanya, apabila diklat yang kita laksanakan hasilnya jauh dari yang kita harapkan,bagaimana solusinya ?
Mihammad syariful aqlam
20171024
Yogi satiawan 20171013 Apa saja faktor penghambat yang kemungkinan muncul dalam pengembangan kurikulum pendidikan?
HapusIzin bertanya pak.. atas nama Nurul Unsya Akmal Nim 20171032 kelas A pertanyaan saya apa idikator keberhasilan suatu pelaksanaa diklat... Terima kasih 🙏🏾
BalasHapusAssalamualaikum wr wb saya sopiyana nim 20171028 izin bertanya apakah konsep kurikulum harus dengan standar kompetensi seperti yang tertera pada artikel ini agar sebuah konsep kurikulum pendidikan dan pelatihan itu bisa mencapai tahapannya?
BalasHapusYogi satiawan 20171013 Apa saja faktor penghambat yang kemungkinan muncul dalam pengembangan kurikulum pendidikan?
BalasHapusAbsenin kehadiran Yuliana nim 20171025
BalasHapusAbsensi kehadiran Nurhikmah NIM 20171003
BalasHapusNama : Sopiana Nisa Aini
BalasHapusNim : 20171027
Absensi kehadiran Dominikus Walla (20171023)
BalasHapusAbsen kehadiran
BalasHapusNama : Lena Sulmayanti
Nim : 20171001
Absensi
BalasHapusDesty Humairo' ZN (20171031)
Absensi
BalasHapusAlan Kurnia Maulana (20171016)
Absensi
BalasHapusMulyana (20171029)
Absensi
BalasHapusjumailia (20171011)
Muhamad Syahrizal Ramadhani 20171021
BalasHapusJaukhairismail 20171022
BalasHapusMuhamad Syahrizal Ramadhani 20171021 izin bertanya apakah dengan bergantinya kurikulum dengan jangka waktu yg singkat dapat memberikan dampak bagi para pengajar?
BalasHapusMuhammad hidayatulloh 20171007
BalasHapusAbsensi : Nina Darujatul Lila
BalasHapusNim: 20171026
Absensi: Ayu wafa lestari
BalasHapusNim: 20171006
Absensi
BalasHapusNurahillah 20171033
Izzin bertanya pak🙏
BalasHapustingkat ketercapaian tujuan dan efektivitas suatu kurikulum dalam proses pembelajaran erat kaitannya dengan Evaluasi.
Apakah ada jangka waktu tertentu untuk mengetahui kefektifan suatu kurikulum yang di berlakukan? (dalam artian harus adkah masa digunakannya suatu kurikulum untuk mengetahui efektif atau tidaknya kurikulum tersebut)🙏