![]() |
Sumber gambar. Youtube pdp. Desain pesan.Nasiffah Alawiyah |
Lebih
Lanjut bahwa Istilah desain atau dengan kata lain merancang adalah menunjukkan
suatu proses analisis yang sengaja dilakukan dan terpisah dari proses
pelaksanaan desain itu sendiri. Dengan ungkapan lain, desain pesan pembelajaran
berbeda dari peristiwa pembelajaran yang sesungguhnya. Kata desain menunjukkan
adanya suatu proses dan suatu hasil (Asri Budiningsih, 2003:7).[1]
Jika
dalam konteks pembelajaran desain merupakan rancangan dalam menentukan kondisi
belajar. Menurut Muhammad Yusuf Iqbal (2016) bahwa desain pesan dalam
pembelajaran adalah langkah-langkah atau proses dalam merekayasa pesan atau
informasi pembelajaran agar terjadi komunikasi yang baik antara pendidik dan
peserta didik sehingga tercipta kondisi belajar yang diinginkan.[2]
Dari
gambaran tersebut kita bisa memahami desain memiliki empat bagian penting yang
perlu dipahami yaitu desain sistem pembelajaran, desain pesan, strategi
pembelajaran, dan karakteristik pembelajar. Sehingga dengan memahami konsep
desain orang biasa melakukan langkah-langkah yang sistematis untuk memcahkan
suatu persoalan yang dihadapi. Dengan demikian suatu desain pada dasarnya
adalah suatu proses yang bersifat linear yang diawali dengan penentuan
kebutuhan, kemudian mengembangkan rencana untuk merespon kebutuhan tersebut,
selanjutnya rancangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses
evaluasi untuk menentukan hasil tentang efektivitas rancangan (desain) yang
disusun.
Sedangkan
pesan berkaitan langsung dengan ilmu komunikasi atau bagian terpenting dalam
konsep dalam penyampaian informasi. Jika kaidah penyampaian pesannya baik maka
akan semakin mudah dipahami oleh penerima pesan. Dalam kamus KBBI pesan
merupakan perintah, nasihat, permintaan, amanat yang disampaikan lewat
orang lain. Namun dalam hal ini pesan juga didesain dalam bentuk visual gambar,
audio, video atau multimedia. Artinya desain pesan adalah rekayasa pesan yang
akan disampaikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima pesan itu
sendiri.
Menurut
Grabowski (1991: 206) desain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk
fisik dari pesan.[3]
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa desain pesan sekumpulan informasi atau pesan yang
divisualisasi dalam bentuk media, baik media cetak/grafis, audio, audio visual
atau multimedia.
B. Konsep Desain
Pesan
Kita
sudah memahami bagaiman definis desian pesan, kemudia kita perlu mengerti
bagaimana konsep desain pesan pada jika diterapkan dalam pembelajaran. Ada
beberapa poin penting yang ada dalam desain pesan seperti adanya pesan, tanda,
informasi, media, dan desain pesan. Berikut penjelasan beberapa poin penting
yang dimaksud, sehingga dapat membantu landasan berpikir menginterpretasikan
prinsip desain pesan yang ada di masyarakat.[4]
1.
Pesan
Dilihat
dari perspektif pada umumnya, tercantum berbagai pola-pola dari suatu tanda
yang digunakan untuk berkomunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Fleming
dan Levie (1978)[5] membatasi
dari pengertian pesan yaitu adalah pola dari tanda atau symbol yang
mempengaruhi perilaku yang mencakup dari 3 ranah pembelajaran, yaitu kognitif,
afektif dan psikomotor. Pesan juga dapat diartikan sebagai pola dari
tanda/symbol yang dapat mengubah tingkah laku dalam salah satu dari ketiga
domain: kognitif, afektif, psikomotor.
Charles
Sanders Pierce membagi tanda menjadi tiga tipe, yaitu:
· Icon, menunjukkan tanda yang
memiliki kemiripan dengan objek, icon biasanya sangat jelas dalam tanda-tanda
visual. Foto diri kita adalah sebuah icon, demikian pula foto hewan atau
benda-benda 1.4 l lainnya. Tanda visual umum yang biasa ditempel
dipintu kamar kecil yang menggambakan pria dan wanita adalah sebuah icon
· Indeks, merupakan tanda yang
memiliki hubungan eksistensial dengan objek yang ditandai, dan hubungan
tersebut biasanya bersifat langsung. Asap adalah indeks dari api, bersin
merupakan indeks dari flu, awan hitam merupakan indeks dari hujan.
· Simbol, adalah tanda hubungan
dengan objeknya hanya berdasarkan konvensi, kesepakatan dan aturan; simbol
biasanya bersifat arbitrary karena penandaannya bersifat “manasuka” dalam
artian, tidak ada hubungan antara tanda dengan objek yang ditandai. Kata-kata
dalam bahasa umumnya adalah sebuah simbol, warna merah-putih dalam bendera
kenegaraan kita juga adalah simbol.
2.
Tanda
Tanda
adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang memiliki
arti apakah itu "sesuatu atau gagasan”, termasuk semua pola baku dari
tanda audio dan visual, seperti juga tekstur, bau, gerak-isyarat, ataupun lagu.
Tujuan dari tanda ini adalah menggerakkan kombinasi dari panca indera yang
berfungsi sebagai penerima informasi. Tanda (sign) adalah sesuatu yang bersifat
fisik, bisa dipersepsi indra kita; tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu
sendiri; dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga bisa disebut
“tanda”.
3.
Informasi
Informasi
adalah sekumpulan data/fakta yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga
mempunyai arti bagi si penerima informasi. Data yang telah diolah menjadi
sesuatu yang berguna bagi si penerima misalnya dapat memberikan keterangan atau
pengetahuan. Sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga dikatakan
sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman atau pembelajaran. Informasi
merupakan potongan isi/materi yang tersendiri, terpisah-pisah dan bersifat
khusus. Sifat terpisah dan khusus ini artinya materi tersebut memiliki makna
tersendiri
4.
Media
Media
merupakan pembawa pesan dari sumber pengirim kepada penerima pesan. Media
memiliki pengertian sebagai “pembawa pesan dari sumber l 1.5 transimisi kepada si penerima pesan“
(Romiszowski, 1988) diambil dari satu persatu definisi akan menentukan tingkat
betapa pentingnya suatu perantara sebagai desain final dari suatu pesan.
Menurut Robinson Situmorang dan Atwi Suparman dalam bukunya Pengajaran dengan
Media, 1998, menyatakan bahwa kata media berasal dari bahasa latin dan
merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Dalam kegiatan komunikasi media adalah perantara atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Smaldino, 2005). Media digunakan
untuk mempermudah proses komunikasi, media juga dapat digunakan sebagai solusi
untuk memecahkan masalah yang sering terjadi dalam sebuah proses komunikasi.
Dengan
hadirnya media pada saat ini sekiranya dapat memfasilitasi kekurangan yang ada
di dalam sebuah proses komunikasi dan dapat mengatasi masalah yang ada di
berbagai aspek bidang kehidupan manapun dan khususnya dalam sebuah
pembelajaran. Menurut AECT (Association of Education and Communication
Technology), yaitu asosiasi pendidikan dalam bidang komunikasi dan teknologi,
media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaikan
pesan atau informasi. (Arief Sadiman, 1996)[6].
Dalam penyempurnaanya, menurut AECT 2008 media dipergunakan untuk mengubah
pembelajaran menjadi lebih efektif. Gagne (1970), mendefinisikan media adalah
berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang
untuk belajar. Menurut Briggs (1970), media adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar.
5.
Desain Pesan
Keempat
konsep di atas digabungkan menjadi “desain pesan” itu sendiri. Pada umumnya
desain adalah “analisa dari masalah komunikasi” yang bertujuan mengembangkan
suatu rencana untuk sengaja memanipulasi dari simbol yang disampaikan (Fleming
& Levie,1978). Disain pesan berhubungan dengan usaha pesan yang sifatnya
informatif, unfuk mempengaruhi perhatian, persepsi dan pemahaman.
Disain
pesan merupakan satu langkah dalam proses pengembangan instruksional yang
membawa persyaratan dari rancangan disain instruksional secara rinci. Dalam
struktur disain pesan yang telah ditentukan, disain pesan memberi bentuk.
Disain tersebut direncanakan untuk bentuk fisik dari pesan (pembelajaran) dan
komposisi induktif dari pesan (belajar).
c. Hubungan desain
pesan dengan pembelajaran
Dalam
mempelajari mata kuliah desian pesan tentunya berkaitan erat dengan
pembelajaran, karena mata kuliah ini selain membahas model desain pesan secara
umum juga lebih lebih spesifik membahas desain pesan dalam konteks
pembelajaran, sehingga berharap setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa
bisa merekayasa pesan sesuai dengan kaidah dan konsep desain pesan yang mudah
dipahami oleh penerima pesan.
Namun
dalam pembahasan ini akan dijabarkan secara umum bagaimana hubungan desain
pesan dengan pembelajaran karena lebih lanjut akan dibahas dalam pertemuan
berikut.
Sebelum
memahami desain dalam pembelajaran terlebih dahulu kita mengerti tantang
belajar dan pembelajaran.
Secara
umum pembelajaran merupakan proses transfer pengetahuan, informasi dan pesan
dari pendidik, atau individu secara umum, dengan tujuan tertentu. Karena
pembelaran berkaiatan erat dengan pendidikan, dalam UU No. 20 Tahun 2003
Tentang sistem pendidikan nasional (sisidiknas) bahwa Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara.
Berdasarkan
UU Sisdiknas tersebut bahwa proses dan proses pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap pembentukan karakter dari peserta didiknya, mulai dari pengendalian
diri, skill, akhlak yang mencakup kognitif, afektif, serta psikomotoriknya.
Dari pengertian tersebut tersirat bahwa pembelajaran adalah bagian dari
pendidikan itu sendiri. Untuk mencapat tujuan pendidikan dimulai dari tujuan
pembelajaran melalui proses pembelajaran. Gagne mendefinisikan pembelajaran
sebagai serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk
memudahkan terjadinya proses belajar. Selain itu Walter Dick dan Lou Carey
mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian peristiwa atau kegiatan yang
disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau
beberapa jenis media Benny (Robinson & Widyaningrum, 2019).[7]
Dari
penjelasan di atas bahwa dalam belajar dan pembelajaran tentu ada kegiatan
penyampaian informasi, pesan atau materi, dengan tujuan untuk mengembangkan
atau meningkatkan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Tentunya dalam proses pembelajarannya terus
harus memenuhi prinsip dan kaidah
tertentu agar pesan yang disampaikan mudah diserap oleh peserta didik.
Misalnya prinsip motivasi, standar media yang digunakan, umpan balik, materi
yang sesuai dan serta pendekatan yang digunakan. Ini semua akan dikemas dalam
konsep desian pesan yang lebih baik. Terlebih sebagai mahasiswa teknologi
pendidikan harus mampu merekayasa media yang digunakan dalam bentuk pesan yang
lebih efektif dan efisien. Sehingga tidak serampangan dalam menyusun media yang
untuk proses pembelajaran.
[1] Asri
Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Muhammad
Yusuf Iqbal (2016). Penerapan Prinsip Desain Pesan Pembelajaran Dalam Buku
Sekolah Elektronik (Bse) Gemar Matematika 5 Kelas 5 Sd Di Sd Donotirto.
Univesitas Negeri Yogyakarta
[3]
Grabowski, B.L. (1991). Message Design: issues and trends. In G.J. Anglin, ed.
Instructional technology: past, present andji~ture, 202- 12. Englewood, CO:
Libraries Unlimited.
[4]
Robinson, Situmorang. Retno, Widyaningrum. 2019. Modul 1 Desain Pesan dalam
Pembelajaran. Universitas Terbuka. https://www.pustaka.ut.ac.id
[5]
Flemming, Malcolm & Levie, Howard (1984), Instructional Message Design,
Englewood: Educational Technology Publication.
[6] Arief S.
Sadiman, dkk. (1996). Media Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
[7]
Robinson, Situmorang. Retno, Widyaningrum. 2019. Modul 1 Desain Pesan dalam
Pembelajaran. Universitas Terbuka. https://www.pustaka.ut.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar