Weather (state,county)

Materi Terbaru

Minggu, 11 April 2021

Definis dan Konsep Desain Pesan

Sumber gambar. Youtube pdp. Desain pesan.Nasiffah Alawiyah


 a.      Definisi Desain Pesan

 Dalam Hal ini perlu dipahami bahwa ada dua kata yang perlu dicermarti yaitu antara desain dan pesan, dua kata ini memliki makna dan arti kata yang berbeda. Secara umum definis desain adalah tahapan membuat atau menentukan proses pembelajaran. Sehingga tujuan desain agar tercipta model atau metode pembelajaran yang efektif dan efisien, yang di dalamnya tedapat beberapa unsur seperti program pembelajaran, kurikulum, materi, dan modul, model, strategi atau perangkat pembelajaran.

 

Lebih Lanjut bahwa Istilah desain atau dengan kata lain merancang adalah menunjukkan suatu proses analisis yang sengaja dilakukan dan terpisah dari proses pelaksanaan desain itu sendiri. Dengan ungkapan lain, desain pesan pembelajaran berbeda dari peristiwa pembelajaran yang sesungguhnya. Kata desain menunjukkan adanya suatu proses dan suatu hasil (Asri Budiningsih, 2003:7).[1]

 

Jika dalam konteks pembelajaran desain merupakan rancangan dalam menentukan kondisi belajar. Menurut Muhammad Yusuf Iqbal (2016) bahwa desain pesan dalam pembelajaran adalah langkah-langkah atau proses dalam merekayasa pesan atau informasi pembelajaran agar terjadi komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik sehingga tercipta kondisi belajar yang diinginkan.[2]

 

Dari gambaran tersebut kita bisa memahami desain memiliki empat bagian penting yang perlu dipahami yaitu desain sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran, dan karakteristik pembelajar. Sehingga dengan memahami konsep desain orang biasa melakukan langkah-langkah yang sistematis untuk memcahkan suatu persoalan yang dihadapi. Dengan demikian suatu desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat linear yang diawali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rencana untuk merespon kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil tentang efektivitas rancangan (desain) yang disusun.

 

Sedangkan pesan berkaitan langsung dengan ilmu komunikasi atau bagian terpenting dalam konsep dalam penyampaian informasi. Jika kaidah penyampaian pesannya baik maka akan semakin mudah dipahami oleh penerima pesan. Dalam kamus KBBI pesan merupakan perintah, nasihat, permintaan, amanat yang disampaikan lewat orang lain. Namun dalam hal ini pesan juga didesain dalam bentuk visual gambar, audio, video atau multimedia. Artinya desain pesan adalah rekayasa pesan yang akan disampaikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima pesan itu sendiri.

 

Menurut Grabowski (1991: 206) desain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan.[3]

 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa desain pesan sekumpulan informasi atau pesan yang divisualisasi dalam bentuk media, baik media cetak/grafis, audio, audio visual atau multimedia.

 

B. Konsep Desain Pesan


Kita sudah memahami bagaiman definis desian pesan, kemudia kita perlu mengerti bagaimana konsep desain pesan pada jika diterapkan dalam pembelajaran. Ada beberapa poin penting yang ada dalam desain pesan seperti adanya pesan, tanda, informasi, media, dan desain pesan. Berikut penjelasan beberapa poin penting yang dimaksud, sehingga dapat membantu landasan berpikir menginterpretasikan prinsip desain pesan yang ada di masyarakat.[4]

 

1.       Pesan   

Dilihat dari perspektif pada umumnya, tercantum berbagai pola-pola dari suatu tanda yang digunakan untuk berkomunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Fleming dan Levie (1978)[5] membatasi dari pengertian pesan yaitu adalah pola dari tanda atau symbol yang mempengaruhi perilaku yang mencakup dari 3 ranah pembelajaran, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Pesan juga dapat diartikan sebagai pola dari tanda/symbol yang dapat mengubah tingkah laku dalam salah satu dari ketiga domain: kognitif, afektif, psikomotor.

 

Charles Sanders Pierce membagi tanda menjadi tiga tipe, yaitu:

·      Icon, menunjukkan tanda yang memiliki kemiripan dengan objek, icon biasanya sangat jelas dalam tanda-tanda visual. Foto diri kita adalah sebuah icon, demikian pula foto hewan atau benda-benda 1.4 l lainnya. Tanda visual umum yang biasa ditempel dipintu kamar kecil yang menggambakan pria dan wanita adalah sebuah icon

·      Indeks, merupakan tanda yang memiliki hubungan eksistensial dengan objek yang ditandai, dan hubungan tersebut biasanya bersifat langsung. Asap adalah indeks dari api, bersin merupakan indeks dari flu, awan hitam merupakan indeks dari hujan.

·      Simbol, adalah tanda hubungan dengan objeknya hanya berdasarkan konvensi, kesepakatan dan aturan; simbol biasanya bersifat arbitrary karena penandaannya bersifat “manasuka” dalam artian, tidak ada hubungan antara tanda dengan objek yang ditandai. Kata-kata dalam bahasa umumnya adalah sebuah simbol, warna merah-putih dalam bendera kenegaraan kita juga adalah simbol.

 

2.       Tanda

Tanda adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang memiliki arti apakah itu "sesuatu atau gagasan”, termasuk semua pola baku dari tanda audio dan visual, seperti juga tekstur, bau, gerak-isyarat, ataupun lagu. Tujuan dari tanda ini adalah menggerakkan kombinasi dari panca indera yang berfungsi sebagai penerima informasi. Tanda (sign) adalah sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita; tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri; dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga bisa disebut “tanda”.

 

3.       Informasi

Informasi adalah sekumpulan data/fakta yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga mempunyai arti bagi si penerima informasi. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima misalnya dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga dikatakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman atau pembelajaran. Informasi merupakan potongan isi/materi yang tersendiri, terpisah-pisah dan bersifat khusus. Sifat terpisah dan khusus ini artinya materi tersebut memiliki makna tersendiri

 

4.       Media

Media merupakan pembawa pesan dari sumber pengirim kepada penerima pesan. Media memiliki pengertian sebagai “pembawa pesan dari sumber l 1.5 transimisi kepada si penerima pesan“ (Romiszowski, 1988) diambil dari satu persatu definisi akan menentukan tingkat betapa pentingnya suatu perantara sebagai desain final dari suatu pesan. Menurut Robinson Situmorang dan Atwi Suparman dalam bukunya Pengajaran dengan Media, 1998, menyatakan bahwa kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam kegiatan komunikasi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Smaldino, 2005). Media digunakan untuk mempermudah proses komunikasi, media juga dapat digunakan sebagai solusi untuk memecahkan masalah yang sering terjadi dalam sebuah proses komunikasi.

 

Dengan hadirnya media pada saat ini sekiranya dapat memfasilitasi kekurangan yang ada di dalam sebuah proses komunikasi dan dapat mengatasi masalah yang ada di berbagai aspek bidang kehidupan manapun dan khususnya dalam sebuah pembelajaran. Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology), yaitu asosiasi pendidikan dalam bidang komunikasi dan teknologi, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaikan pesan atau informasi. (Arief Sadiman, 1996)[6]. Dalam penyempurnaanya, menurut AECT 2008 media dipergunakan untuk mengubah pembelajaran menjadi lebih efektif. Gagne (1970), mendefinisikan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang untuk belajar. Menurut Briggs (1970), media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar.

 

 

5.       Desain Pesan

Keempat konsep di atas digabungkan menjadi “desain pesan” itu sendiri. Pada umumnya desain adalah “analisa dari masalah komunikasi” yang bertujuan mengembangkan suatu rencana untuk sengaja memanipulasi dari simbol yang disampaikan (Fleming & Levie,1978). Disain pesan berhubungan dengan usaha pesan yang sifatnya informatif, unfuk mempengaruhi perhatian, persepsi dan pemahaman.

 

Disain pesan merupakan satu langkah dalam proses pengembangan instruksional yang membawa persyaratan dari rancangan disain instruksional secara rinci. Dalam struktur disain pesan yang telah ditentukan, disain pesan memberi bentuk. Disain tersebut direncanakan untuk bentuk fisik dari pesan (pembelajaran) dan komposisi induktif dari pesan (belajar).

 

c. Hubungan desain pesan dengan pembelajaran

 

Dalam mempelajari mata kuliah desian pesan tentunya berkaitan erat dengan pembelajaran, karena mata kuliah ini selain membahas model desain pesan secara umum juga lebih lebih spesifik membahas desain pesan dalam konteks pembelajaran, sehingga berharap setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa bisa merekayasa pesan sesuai dengan kaidah dan konsep desain pesan yang mudah dipahami oleh penerima pesan.

 

Namun dalam pembahasan ini akan dijabarkan secara umum bagaimana hubungan desain pesan dengan pembelajaran karena lebih lanjut akan dibahas dalam pertemuan berikut.

Sebelum memahami desain dalam pembelajaran terlebih dahulu kita mengerti tantang belajar dan pembelajaran.

 

Secara umum pembelajaran merupakan proses transfer pengetahuan, informasi dan pesan dari pendidik, atau individu secara umum, dengan tujuan tertentu. Karena pembelaran berkaiatan erat dengan pendidikan, dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional (sisidiknas) bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Berdasarkan UU Sisdiknas tersebut bahwa proses dan proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dari peserta didiknya, mulai dari pengendalian diri, skill, akhlak yang mencakup kognitif, afektif, serta psikomotoriknya. Dari pengertian tersebut tersirat bahwa pembelajaran adalah bagian dari pendidikan itu sendiri. Untuk mencapat tujuan pendidikan dimulai dari tujuan pembelajaran melalui proses pembelajaran. Gagne mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar. Selain itu Walter Dick dan Lou Carey mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa jenis media Benny (Robinson & Widyaningrum, 2019).[7]

 

Dari penjelasan di atas bahwa dalam belajar dan pembelajaran tentu ada kegiatan penyampaian informasi, pesan atau materi, dengan tujuan untuk mengembangkan atau meningkatkan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tentunya dalam proses pembelajarannya terus harus memenuhi prinsip dan kaidah  tertentu agar pesan yang disampaikan mudah diserap oleh peserta didik. Misalnya prinsip motivasi, standar media yang digunakan, umpan balik, materi yang sesuai dan serta pendekatan yang digunakan. Ini semua akan dikemas dalam konsep desian pesan yang lebih baik. Terlebih sebagai mahasiswa teknologi pendidikan harus mampu merekayasa media yang digunakan dalam bentuk pesan yang lebih efektif dan efisien. Sehingga tidak serampangan dalam menyusun media yang untuk proses pembelajaran.

 

 

 



[1] Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

[2] Muhammad Yusuf Iqbal (2016). Penerapan Prinsip Desain Pesan Pembelajaran Dalam Buku Sekolah Elektronik (Bse) Gemar Matematika 5 Kelas 5 Sd Di Sd Donotirto. Univesitas Negeri Yogyakarta

[3] Grabowski, B.L. (1991). Message Design: issues and trends. In G.J. Anglin, ed. Instructional technology: past, present andji~ture, 202- 12. Englewood, CO: Libraries Unlimited.

[4] Robinson, Situmorang. Retno, Widyaningrum. 2019. Modul 1 Desain Pesan dalam Pembelajaran. Universitas Terbuka. https://www.pustaka.ut.ac.id

[5] Flemming, Malcolm & Levie, Howard (1984), Instructional Message Design, Englewood: Educational Technology Publication.

[6] Arief S. Sadiman, dkk. (1996). Media Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

[7] Robinson, Situmorang. Retno, Widyaningrum. 2019. Modul 1 Desain Pesan dalam Pembelajaran. Universitas Terbuka. https://www.pustaka.ut.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar