Weather (state,county)

Materi Terbaru

Selasa, 22 Desember 2020

Model Diklat dengan Pendekatan Indkutif

 A.    Pendahuluan

Secara umum pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu proses dalam pengembangan organisasi maupun masyarakat. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di dalamnya terjadi proses perencanaan, penempatan dan pengembangan tenaga manusia. Agar sumber daya manusia dapat diperdayakan secara maksimal, sehingga apa yang menjadi tujuan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut dapat terpenuhi. Dalam perusahaan ataupun at kerja yang lain yang membutuhkan pegawai, mereka pastinya menginginkan pegawai yang ahli dalam bidangnya, mereka akan membuat sebuah program pelatihan yang di khususkan untuk pegawai nya. Sebelum dilaksanakan pelatihan perlunya kita mengetahui model pelatihan yang perlu kita gunakan.

Berikut ini beberapa manfaat dari pelatihan itu sendiri:

  1. Pelatihan sebagai cara meningkatkan kemampuan individu agar dapat memperbaiki performance organisasi atau perusaahaan.
  2. Agar karyawan melaksanakan tugas sesuai standar yang diinginkan perusahaan.
  3. Memperbaiki sikap terhadap pekerjaan, pimpinan dan dengan karyawan lain. 
  4. Dapat memperbaiki standar keselamatan kerja.

B.  Model Induktif

Pendekatan yang digunakan dalam model Induktif menekankan pada usaha yang dilakukan dari pihak yang terdekat, langsung, dan bagian-bagian ke arah pihak yang luas, dan menyeluruh. Oleh karena itu, melalui pendekatan ini diusahakan secara langsung pada kemampuan yang telah dimiliki setiap Sasaran didik (pelatihan), kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang diharapkan atau harus dimiliki sesuai dengan tuntutan yang datang kepada dirinya. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis kebutuhan belajar yang bersifat kebutuhan terasa (felt needs) atau kebutuhan belajar dalam pelatihan yang dirasakan langsung oleh peserta pelatihan. Pelaksanaan identifikasinya pun harus dilakukan secara langsung kepada peserta pelatihan itu sendiri. Untuk itu, model pendekatan ini digunakan bagi peserta pelatihan yang sudah ada (hadir menjadi peserta pelatihan).

Proses pembentukan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi terlebih dahulu di sebut metode induktif dan penelitian nya disebut penelitian induktif. Langkah-langkah dalam melakukan pelaksanaan identifikasi kebutuhan pelatihan (belajar) berdasarkan model Induktif ini adalah sebagaimana digambarkan dalam flow chart di bawah ini.

Gambar. Tahapan Pelaksaan Pelatihan Model Indkutif 

          Pelaksanaan pengukuran (assessment) kemampuan yang telah dimiliki calon peserta pelatihan disesuaikan dengan kondisi calon itu sendiri. Apabila calon sudah bisa membaca dan menulis, maka identifikasi dapat dilakukan melalui kegiatan pemberian angket, atau juga bisa melalui wawancara, dengan pokok-pokok pertanyaan. Juga dapat dilakukan melalui pengajuan daftar isian atau kartu kebutuhan belajar. Calon peserta menjawab dan mengisi kuesioner pada bagian yang sudah disediakan. Begitu pula, apabila peserta pelatihan diberi kartu Kebutuhan Belajar, maka peserta pelatihan (sasaran) tinggal menuliskan jenis kemampuan yang ingin dipelajarinya pada kartu, yang telah disediakan.

Setelah memperoleh sejumlah kebutuhan belajar baik dari satu atau beberapa peserta, maka pelatih, tutor perlu menetapkan prioritas kebutuhan belajar. Penetapan prioritas ini dapat dilakukan tutor bersama-sama peserta pelatihan, atau dilakukannya sendiri yang kemudian diinformasikan lebih lanjut kepada peserta yang didasarkan kepada hasil jenis kebutuhan belajar yang diperoleh. Teknik yang digunakan untuk penetapan ini dapat dilakukan melalui diskusi, atau curah. pendapat, atau pasar data.

 Pengajuan prioritas dari setiap peserta pelatihan dibarengi dengan alasan-alasannya. Namun demikian, pada akhirnya penetapan prioritas ini perlu disesuaikan dengan berbagai macam kemungkinan dari segi bahan belajar, sumber belajar, waktu, serta sarana penunjang lainnya. Apabila tutor/pelatih sudah memperoleh penetapan prioritas, maka tutor/pelatih bertugas untuk mengembangkan materi pelatihan, serta menyelenggarakan proses pelatihan

 C.   Kesimpulan

Perlunya kegiatan pelatihan terhadap karyawan baru di perusahaan, mengapa demikian?, karena perusahaan memerlukan karyawan yang bukan hanya terampil di bidang yang dia kerjakan tetapi juga agar dapat menjadi karyawan yang professional.

Daftar Pustaka

Johan, Lanny. Model-model Pelatihan dan Metode-metode Pelatihan https://slideplayer.info/slide/12145729/.  Diakses pada 8 Desember 2020 pukul 15.00

Kamil, Mustofa.  (2003). MODEL-MODEL PELATIHAN. Bandung.

 
Oleh Abdul Rahman Hilmi
(Mahasiswa Teknologi Pendidikan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar